1. Masjid Kocatepe, Masjid termegah di Ankara
Masjid ini menyimpan nilai-nilai
kehidupan religius yang diwakilkan oleh keberadaan masjid termegah di Ankara.
Masjid yang dibangun pada tahun 1967 ini mencontoh konstruksi masjid Suleymaniey di Istanbul yang didirikan
oleh arsitek termasyhur Mimar Sinan.
Masjid ini dapat menampung jamaah hingga 15.000 orang. Karena luas bagian
dalamnya yang mencapai 1.288 meter persegi. Memiliki 4 buah merana. Masjid ini
dibangun dengan menggunakan kecanggihan teknologi abad ke-20, dan memanfaatkan
keindahan arsitektur abad ke-15. Subhanallah.
2. Di Ankara
pula terdapat sebuah museum
tempat dimakamkannya pemimpin besar negeri itu yang
mencanangkan Turki sebagai sebuah Negara republic yang merdeka dan berdaulat.
Siapa lagi kalau bukan Mustafa Kemal Artaturk. Museum yang dibangun pada tahun
1944 oleh arsitek ternama Turki, Emin Onat dan Orhan Arda, dinamakan Anytkabir.
Terletak di sebuah distrik bernama Anytepe. Museum ini tidak hanya menyimpan
jasad sang pemimpin, melainkan juga menampilkan berbagai replica dan
barang-barang pribadi peninggalan Kemal Artaturk. Selain itu, juga terdapat
sebuah ruangan khusus yang menjual souvenir bergambar Artaturk.
3. Distrik Ulus
yang penuh bangunan bersejarah
Tempat ini yang menjadi ibu kota
setelah tahun 1923. Istanbul merupakan kota yang sangat ramai dan padat. Bahkan
lebih padat dari pada Ankara. Tempat ini juga menjadi tempat liburan wisatawan
dari berbagai penjuru dunia. Kota ini mempunyai luas sekitar 7500 kilometer
persegi.
4. Sisa-sisa
benteng peninggalan Bizantium.
Istanbul merupakan kota tua yang
dibangun pada tahun 600 SM, dimulai sejak periode bangsa Dorian, lalu bangsa
Persia, kemudian di bawah kekuasaan bangsa Romawi pada tahun 196 SM. Lalu, kota
itu yang konon dulunya bernama Khalcedon, setelah ditaklukkan oleh Kaisar
Konstantin, namamnya berubah menjadi Konstantinopel pada tahun 330 M. Kota ini
pun menjadi ibu kota kerajaan Romawi Timur, yang disebut juga dengan kerajaan
Bizantium pada abad ke-14, pasukan Ottoman mengambil alih kota ini dan
menjadikannya ibu kota kerajaan ketiga. Setelah Bursa dan Edirne, serta
mengubah namanya menjadi Istanbul.









0 comments:
Post a Comment