KENALILAH RESIKO YANG DIALAMI SAAT IBU HAMIL




Jangan anggap enteng sakit kepala. Begitu juga kaki bengkak. Siapa tahu itu pertanda adanya penyakit serius. Banyak hal yang harus diwaspadai oleh ibu hamil, sehingga kehamilan yang didambakan, bayi yang ditunggu-tunggu, bias lahir dengan selamat dan sehat. Ada beberapa hal yang membahayakan kehamilan dan resiko tinggi saat persalinan. Tapi jangan cemas dulu. Bahaya-bahaya tadi bisa dihindari . berikut hal-hal yang harus diwaspadai saat tengah berbadan dua.

1.   Sakit kepala

Hati-hati jika sering sakit kepala saat hamil. Pasalnya, ini bisa merupakan indikasi kehamilan berbahaya. Biasanya ini terjadi akibat kekurangan darah (anemia) dan hipertensi (tekanan darah tinggi).





Kepala yang terasa berdebyut karena hipertensi bisa berkembang menjadi kejang-kejang dan akhirnya mengakibatkan keracunan kehamilan. Gawatnya, keracunan kehamilan ini bisa terjadi di saat-saat genting dimana usia kehamilan sudah tua. Padahal, penanganan persalinan normal maupun Caesar pada ibu hamil yang mengalami keracunan kehamilan sangat sulit.
Salah satu penyebab Anemia adalah kekurangan gizi. Oleh karenanya, ibu hamil harus mengkonsumsigizi seimbang. Jika ibu hamil menunjukkan gejala kejang-kejang, jangan tunda waktu, segera larikan kerumah sakit atau dokter / bidan terdekat.


2.   Kaki Bengkak 

Seperti halnya sakit kepala, kaki bengkak dan nyeri ulu hati juga merupakan tanda terjadinya keracunan kehamilan. Kaki bengkakyang membahayakan disini merupakan kaki bengkak yang disebabkan oleh hipertensi dan ini rawan menyebabkan kejang-kejang.


Tanda – tanda kaki bengkak akibat hipertensi berbeda dengan kaki bengkak fisiologis yang memang terjadi pada kebanyakan ibu hamil. Kaki bengkak akibat hipertensi biasanya tda kempis meskipun sudah beristirahat, sedangkan kaki bengkak fisiologis bisa kempis setelah istirahat atau tidur saja.

    3.    PENDARAHAN

Pendarahan yang terjadi di bawah usia 5 bulan disebut abortus. Jika terjadi di usia 7-8 bulan disebut himorejik antopartu. Salah satu penyebab pendarahan adalah letak plasenta yang tidak normal, berada di bawah kepala bayi. Bayi selalu berotasi sehingga terjadi gesekan yang dapat menimbulkan pendarahan. Dalam keadaan normal plasenta berada di samping kepala bayi.


    4.    KELOMPOK TERLALU

Yang termasuk kelompok terlalu adalah perempuan-perempuan yang terlalu muda, terlalu tua, terlau sering hamil, dan terlalu banyak anak.
Perempuan yang terlalu muda biasanya akan mengalami masalah psikologis. Ketidaksiapan mental tentu berpengaruh pada kondisi kesehatan diri dan janinnya. Selain itu, kandungan pun biasanya belum terlalu siap hamil.


Idealnya, seorang perempuan hamil pada usia 22-35 tahun. Lebih dari usia ini resikonya juga semakin tinggi. Begitu juga dengan perempuan yang terlalu banyak anak, selain mokusa-mokusa dalam rahimnya sudah tidak bagus, kondisi kandungannya belum terlalu baik dan sempurna untuk “ditinggali” janin.

Idealnya, jarak antara satu kehamilan dengan kehamilan berikutnya adalah 3 tahun. Kurun waktu ini sangat baik untuk member kesempatan rahim memulihkan keadaan seperti semula.

0 comments:

Post a Comment

 
Informatika © 2019 | Designed by LogosDatabase.com, in collaboration with Credit Card Machines, Corporate Headquarters and Motivational Quotes
site stat